Hubungan ∆H dan Kalor Reaksi_ Micro Learning (ML) Investigasi
Eksperimen penentuan perubahan entalpi (∆H) suatu reaksi melalui pengukuran kalor reaksi ini dapat dilakukan pada pengukuran kalor reaksi penetralan antara 50 mL larutan 2 molar asam klorida (HCl) dan 50 mL larutan 2 molar basa natrium hidroksida (NaOH). Reaksi tidak melibatkan gas, sehingga praktis tidak terjadi perubahan volum sistem atau reaksi terjadi pada volum dan tekanan tetap. Harga massa jenis larutan dalam air untuk dua molar ke bawah seperti larutan 2 molar HCl maupun larutan 2 molar NaOH mendekati satu. Prosedur pengukuran kalor reaksi hampir sama dengan pengukuran perpindahan kalor pada penentuan kapasitas kalorimeter. Agar lebih praktis, semua reaktan dan kalorimeter dibuat bersuhu awal yang sama misal pada suhu kamar (dengan cara merendam bersama semua gelas kimia yang berisi reaktan larutan asam dan reaktan larutan basa dalam sebuah penangas air bersuhu kamar hingga berkesetimbangan). Suhu awal kalorimeter juga sama pada suhu kamar. ∆H untuk reaksi yang melibatkan perubahan volum (misalnya melibatkan pembentukan gas) juga mencakup kerja (energi sebesar w = P x ∆V) yang terlibat dalam sistem reaksi, selain kalor reaksi. Secara praktis pengukuran ∆H reaksi yang melibatkan gas menggunakan kalorimeter bom.